Dipresentasikan pada “Indonesia Hypnosis Summit”, 28 April 2012
Sekian banyak penggunaan istilah spiritual, mengapa mengajukan satu lagi?
Ya, memang begitu banyak hal kini dikaitkan dengan soal-soal spiritualitas. Dan hampir setiap konsep pengembangan diri yang masuk ke Indonesia, memiliki versi spiritualnya. Beberapa orang menganggap fenomena ini latah belaka, atau sekedar marketing model. Well, mungkin ada yang demikian. Tapi saya ingin mengajak Anda untuk melihat dari sisi yang lain. Sisi bahwa ada kebutuhan akan hal itu. Kebutuhan untuk berspiritual, untuk keluar dari ‘sekedar’urusan-urusan material.
More »
April 30th, 2012 | Tags: hipnosis, hipnosis dan spiritualitas, nlp, spiritualitas, spirituality | Category: NLP Practice, spiritual nlp | Leave a comment
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Tak terasa, sudah separuh Ramadhan terlalui. Sungguh hati bercampur rasa, antara cemas dan harap. Cemas, akankah diri ini termasuk yang semata mendapat lapar dan dahaga. Harap, semoga segala kekurangan digenapkan sempurna sebab kemurahanNya.
Sementara harap dan cemas menyatu, terngiang suara para guru yang mengajarkan bahwa makna puasa adalah menahan. Secara fisik, ia menahan makan, minum, dan berhubungan seksual. Secara psikis, ia menahan segala kegiatan hati dari munculnya rasa marah, dengki, iri, dan kawan-kawannya.
More »
August 16th, 2011 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, nlp, pakar nlp, puasa, spiritual nlp | Category: NLP Practice, NLP Reflections | Comments (1)
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Setiap amal itu tergantung pada niatnya.
Demikian ajaran agama menelusup dalam diri saya, yang juga begitu sering saya dengar dari banyak orang. Saya lansir, ia merupakan salah satu ajaran yang paling populer di kalangan orang awam. Meskipun, saya pun yakin bahwa makna aslinya banyak yang belum dipahami secara tepat.
More »
July 29th, 2011 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, niat, nlp, nlp dan spiritualitas, pakar nlp, spiritual, spiritual nlp | Category: NLP Practice, NLP Reflections | Comments (3)
“Kesabaran adalah Matahari”
Demikian sebuah tulisan terpampang di belakang kaus para pelayan salah satu kedai makan di Jogja, beberapa tahun yang lalu saat saya masih kuliah. Sungguh saya bingung apa maksud tulisan tersebut saat pertama kali membacanya. Sebagai Informasi, kedai ini amat terkenal aneka sambalnya yang selalu bikin kita makin dekat dengan Tuhan, sebab sering kepedasan dan mengucap “Allahu Akbar” atau “Subhanallah”.
More »
April 8th, 2011 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, belajar sabar, kesabaran, nlp, nlp dan sabar, pakar nlp, sabar | Category: NLP Practice | Comments (1)
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anak berusia empat tahun?
Ya, berbagai keterampilan dasar hidup tentu sudah begitu terampil dilakukan. Bicara, berjalan, bermain, belajar di sekolah, dan seterusnya. Di usia ini pula, seorang anak mulai belajar keterampilan sosial dengan lebih riil, sebab ia bersentuhan langsung dengan dunia nyata, dan semakin sedikit mendapat perlindungan dari orang tua.
Bagaimanapun, seorang anak tetaplah seorang anak. Hidup adalah permainan baginya, dan benar-benar sebuah permainan. Belumlah terpikir berbagai keseriusan hidup layaknya orang dewasa. Belumlah terasa beragam variasi emosi nan menggundahkan hati.
More »
April 3rd, 2011 | Tags: belajar nlp, nlp, nlp indonesia, ulang tahun | Category: NLP Reflections | Leave a comment
Cukup sering saya ditanya, “Pak, apakah seorang yang belajar NLP tidak bisa sedih, marah, atau merasakan emosi negatif lainnya?”
Ah, sebuah pertanyaan yang menggelitik. Di tengah maraknya berbagai ilmu pengembangan diri, utamanya yang berbasis mind technology, kata-kata emosi negatif seolah-olah hanya miliki emosi-emosi seperti marah, sedih, dendam, dengki, kecewa, dan kawan-kawannya. Sementara emosi-semosi seperti senang, gembira, semangat, antusias, dan sobat-sobatnya, dengan sendirinya masuk ke dalam kelompok emosi positif.
More »
March 16th, 2011 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, emosi, emosi negatif, learn nlp, mengelola emosi, nlp, nlp dan emosi, nlp indonesia, pakar nlp | Category: NLP Reflections | Comments (1)
Sungguh saya tak habis pikir, bagaimana seorang Ibu atau pengasuh bisa begitu kreatif mencari berbagai cara untuk membujuk seorang anak untuk makan. Dimulai dari berbagai bujukan hingga permainan, yang entah bagaimana, seketika suapan demi suapan masuk tanpa disadari. Ya, seorang Ibu bisa begitu luwes nan lentur demi memastikan sang anak makan dengan sukarela.
Dari jutaan cara, salah satu yang begitu takjub saya tonton adalah bermain drama. Tak jarang, saya pun turut ambil peran, entah sebagai orang yang sedang kelaparan, atau hewan yang juga sedang menginginkan makanan anak saya.
More »
February 28th, 2011 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, modeling, nlp, nlp indonesia, pakar nlp, self modeling | Category: NLP Reflections | Comments (2)
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan yang terceletuk dalam benak saya setelah menyelami NLP selama kira-kira 4 tahun. Sebuah pertanyaan yang bernada iseng, namun rupa-rupanya menyimpan persoalan mendasar.
Ya, jika peta bukan wilayah, mengapa masih dipakai? Mengapa tak kita langsung saja masuk ke wilayahnya, tanpa menggunakan peta? Nyebur aja langsung.
Maka penelusuran pun saya lakukan, dan mengantarkan saya pada kesimpulan sederhana. Ya, sangat sederhana, yang saking sederhananya justru tidak kepikiran sejak awal.
Apakah itu?
More »
November 16th, 2010 | Tags: belajar nlp, kepemimpinan, leadership, nlp, nlp and leadership, nlp in business, nlp indonesia, pakar nlp | Category: Uncategorized | Comments (3)
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita putuskan kemarin.
Kita esok adalah hasil dari apa yang kita putuskan hari ini.
Saya teringat suatu kali pernah berdiskusi dengan seorang sahabat. Setelah membahas berbagai hal, sampailah ia pada pertanyaan, “Siapa kamu?”
Tentu saja saya jawab, “Saya Teddi.”
“Bukan, itu namamu. Siapa kamu?” tanyanya lagi.
More »
November 9th, 2010 | Tags: ahli nlp, belajar nlp, indonesia nlp, kepemimpinan, nlp, nlp dan bisnis, nlp dan kepemimpinan, nlp indonesia, pakar nlp, pakar nlp indonesia | Category: Indonesian NLP Conference, NLP Practice, NLP Reflections, spiritual nlp | Leave a comment
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan
Saya teringat “Pak Ogah” yang dulu sering mengatur lalu lintas di salah satu pertigaan menuju rumah. Kami sering menyebutnya “Si Makasih”, karena ia punya logat yang khas setiap kali mengucapkan kata “Makasih” saat diberi uang. Selama bertahun-tahun, ia begitu konsisten mengatur lalu lintas, dan saya tak menyadari peran istimewanya, selain bahwa ia seperti kebanyakan “Pak Ogah” lain.
Sampai satu saat, ia mulai jarang masuk. Ya, ia digantikan oleh orang lain, tidak hanya satu, tapi berganti-ganti.
More »
November 2nd, 2010 | Tags: aplikasi nlp, belajar nlp, kepemimpinan, kepemimpinan diri, leadership, nlp, nlp and leadership, nlp dan kepemimpinan, nlp indonesia, pakar nlp indonesia, self leadership | Category: NLP Practice, NLP Reflections, spiritual nlp | Comments (1)