You are here
Home > NLP Practice > NLP Approach to Teaching and Learning

NLP Approach to Teaching and Learning

Manusia hidup itu karena ia belajar!

Ups…tunggu dulu ah. Masak baru mulai sudah mengeluarkan pernyataan yang aneh-aneh.

Hmm...tapi didengarkan dengan perasaan yang tenang…kalimat tersebut tidak aneh ah. Ya, karena memang demikian lah kenyataan yang kita alami.

Begini. Mari kita tengok berbagai pembelajaran yang pernah kita lalui selama hidup. Ayo mari kita sebutkan bersama-sama.

1.

2.

3.

4.

Yak, dan seterusnya. Beberapa di antara Anda barangkali punya daftar yang sama seperti saya, seperti belajar berjalan, berbicara, meminta makan, meminta perhatian. Belum termasuk keahlian yang lebih advance seperti membaca dan berhitung.

Dan, bukankah ketika ada seseorang yang tidak bisa melakukan kegiatan tersebut maka ia akan dianggap aneh, dikasihani, sampai dilabeli dengan berbagai macam keterbelakangan? Semata-mata karena memang demikian lah sewajarnya kemampuan yang dimiliki oleh manusia ’normal’.

Aha, Anda tentu sepakat dengan hal ini, kan?

OK, siapa di antara Anda yang bisa melakukan semua kegiatan tersebut tanpa proses belajar? Mak bedunduk, dan tiba-tiba Anda bisa melakukannya. Saya yakin tidak, bukan?

Ya, berbagai keterampilan paling penting untuk kehidupan manusia jelas adalah keterampilan yang dipelajari. Ia membutuhkan kesiapan baik dari sisi mental, emosional, dan spiritual, sehingga terbentuk dan menjadi sebuah keahlian yang bisa kita lakukan tanpa disadari.

Nah, di sini uniknya. Kata ’tanpa disadari’ itu lho. Siapa di antara Anda yang bisa menguraikan satu demi satu, langkah demi langkah, sistematis, cara yang Anda tempuh sehingga akhirnya bisa berjalan, berbicara, membaca, berhitung, dsb?

Ya, inilah kuncinya. Keterampilan hidup yang begitu penting itu kita pelajari dengan tanpa disadari, dan hasilnya permanen! Anda pernah menemui seseorang yang tiba-tiba, tanpa penyakit apapun, menjadi lupa caranya berjalan? Ia pun belajar lagi dari awal, dan merangkak ke kantor. He..he..Anda tentu bercanda jika pernah menemuinya.

Dan, omong-omong, bukankah Anda ingin punya keterampilan dan cara belajar yang seperti itu lagi? Belajar Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Inggris, dan seterusnya selayaknya belajar berjalan, sehingga bisa bertahan secara permanen dan menjadi our second nature.

Halo! Siapa yang tidak mau?

Maka jika kita semua mau belajar seperti itu, mengapa tidak kita model saja cara belajar kita dulu? Maka, barangkali, Anda akan menemukan sebuah proses belajar yang menyenangkan, menggairahkan, penuh dengan antusias, serta pasti bermanfaat.

Ah, sebelum kita masuk kepada caranya, mari kita renungkan dulu lah. Apakah kita benar-benar menginginkan proses belajar yang seperti itu.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Leave a Reply

Top